Sunnah Sehari – Hari

Untuk menggambarkan kepribadian Rasulullah, sungguh lisan kita tidak akan berhenti menyebut segala kebaikan, yang keluar dari mulut kita hanyalah yang baik-baik.

Rasulullah adalah sosok yang diajari akhlaqul karimah yang kepribadiannya dihiaskan dengan seindah mungkin.

Pelajaran-pelajaran itu diberikan kepada kita umatnya dalam bentuk sunnah. Pada tulisan ini kita akan membahas apa itu sunnah rasul dan beberapa amalan sunnah yang diajarkan rasul kepada kita

PENGERTIAN SUNNAH-SUNNAH RASULULLAH

Kata sunnah memiliki beberapa makna sesuai konteks apa yang sedang dibahas. Secara umum kata sunnah diistilahkan kepada segala sesuatu yang merujuk kepada Rasulullah baik itu pada ucapan, perbuatan dan diamnya Nabi. Istilah lainnya sunnah itu juga dikatan hadis Nabi.

Bila dilihat dari ilmu fiqih atau ushul fiqih, sunnah diistilahkan dengan mandub. Sunnah merupakan perbuatan yang mendapatlan pahala bila dikerjakan dan tidak disiksa jika ditinggalkan. Pengamalan sunnah dalam konteks ini sangat dianjurkan karena memberikan nilai lebih dalam ibadah. Bahkan tingkatan kesunnahan suatu ibadah juga berbeda sampai ada sunnah muakkad yang sangat dianjurkan.

Sunnah menurut bahasa memilki beberapa arti: kebiasaan, tradisi, aturan, norma, ketetapan, peraturan dan ketentuan.

Dalam ayat berikut ini kita dapat menemukan makna sunnah.

سُنَّةَ مَنْ قَدْ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنْ رُّسُلِنَا وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيْلًا

“…yang demikian itu ketetapan para rasul kami yang kami utus sebelum engkau dan tidak engkau dapati perubahan atas ketetapan kami…” Al Isra ayat 77

Pengertian sunnah juga dapat dilihat dari perputaran masa. Sunnah dikalangan Arab pra islam adalah tradisi turun temurun dari nenek moyang.

Setelah diutusnya Nabi, tradisi orang Arab banyak mengalami perubuhan. Dahulunya mereka adalah bangsa yang hidup dalam kebodohan, memiliki segi kebiadaban yang keterlaluan, sangat fanatik terhadap kabilahnya, minum arak dan judi adalah kebiasan.

Pada masa itu tidak ada hakim yang mengendalikan dan tidak ada pula agama yang menunjuki. Sejak diutusnya Rasulullah, perubahan besar terjadi. Mula-mula mereka diajak menyembah Allah secara sembunyi, kemudian secara terang-terangan.

Dikala orang-orang ternama seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Khadijah masuk islam, mereka sangat memperhatikan ayat-ayat yang disampaikan Nabi.

Dalam praktik pengembangan islam, tidak hanya ayat yang diperthatikan oleh para sahabat. Mereka mengetahui juga bahwa Allah menyuruh mengikuti sunnah dan mengancam yang menyalahi sunnah.

Sunnah pada periode awal-awal islam ini mengandung kesesuaian tindakan para sahabat dengan tindakan Nabi. Kehidupan yang ditata para sahabat berdasarkan alquran dan sunnah Nabi.

Karena mayoritas di Indonesia menganut paham mazhab Syafi’I, perlu juga bagi kita melihat konsep sunnah dalam pandangan Imam Syafi’i. Sunnah yang berlaku sangatlah ketat, sehingga tidak ada penafsiran sunnah sesuai pendapat pribadi yang menimbukan ragam warna di dalamnya.

Menurut Imam Syafi’I sunnah hanyalah yang terdapat dalam ucapan, perbuatan dan persetujuan Nabi. Persetujuan di sini baik dalam diamnya Nabi atas suatu perkara yang mengindikasikan kebolehan melakukan suatu perbuatan.

PEMBAGIAN SUNNAH-SUNNAH RASULULLAH

Sebagian kalangan dalam islam ada yang terlalu fanatik terhadap sunnah, meyakini semua sunnah Nabi harus diikuti dan diamalkan. Tidak tanggung-tanggung memvonis orang-orang yang tidak melakukan sunnah adalah golongan yang anti sunnah.

Sunnah seperti berjenggot, tentang berpakaian seperti gamis, makan, minum dan sebagainya terlalu menjadi prioritas untuk diperdebatkan, benarkah bagi orang yang tidak melakukan hal demikian dianggap tidak menjalankan sunnah?

Dalam ilmu ushul fiqih dijelaskan bahwa sunnah itu semua yang bersumber dari Nabi berupa ucapan, dan ketetapan/persetujuan (taqrir)

Sunnah dalam ushul fiqih ditinjau dalam penetapan hukum terhadap suatu perbuatan. Sehingga sunnah di sini terbagi menjadi dua.

Sunnah Tasyri’iyyah. Hukum yang ada dalam sunnah ini sifatnya mengikat untuk diikuti. Adapun perkataan, perbuatan dan taqrir Nabi merupakan wahyu dari Allah, dimana Nabi memilki kedudukan sebagai Rasul yang membawa syariat dan hukum seperti menghalalkan dan mengharamkan sesuatu, adanya perintah dan larangan terhadap suatu perbuatan dan menjelaskannya. Seperti perintah shalat, zakat, haji, puasa dan muamalat.

Hukum-hukum yang ada dalam sunnah ini sudah baku dan berlaku untuk semua kalangan yang sudah mukallaf (islam, baligh, berakal)

Nabi diutus pula sebagai seorang pemimpin, untuk mengatur sebuah Negara dengan srtategi dan tatacara penataannya. Dalam hal ini sunnah yang ada hanya berlaku kepada pemimpin. Orang-orang di luar tanggung jawab ini tidak dapat memberlakukan sunnah yang berlaku.

Nabi juga diutus sebagai seorang hakim untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Hukum dan sunnah yang berlaku hanya khusus kepada orang yang telah diberi mandat untuk memutuskan hukum dan sifatnya tidak umum.

Dalam sunnah tasyri’iyyah ini sangatlah ketat, ada klasifikasi terhadap pengamalannya. Sunnah ini juga disebut sunnah wahyu.

Sunnah ghairu tasyri’iyyah juga berasal dari perkataan, perbuatan dan tindakan Nabi, bukan wujud penyampain wahyu dari Allah.

Sunnah ini tergolong kepada dua bagian.

Pertama, sunnah yang pengamalannya berdasarkan budaya dan kebiasaan sehari-hari yang sesuai dengan kebutuhan manusia seperti tatacara makan, berpakaian dan berjalan.

Kedua, sunnah yang merujuk pada pengalaman dalam kehidupan sehari-hari dalam kontek tertentu seperti transaksi jual beli, bertani dan beternak.

Pengamalan sunnah ghairu tasyri’iyyah sifatnya tidak mengikat karena tidak memiliki landasan suatu tuntunan perbuatan atau berupa larangan. Sehingga bila ditinggalkan pengamalannya tidak menjadi beban dan masalah bagi kita.

PENTINGNYA MENJALANI HIDUP SESUAI TUNTUNAN RASULULLAH

Manusia hidup di bumi ini penuh dengan aturan dan aturan itu disebutkan dalam Aquran. Tidak hanya dalam alquran, peraturan hidup manusia juga disebutkan dalam hadis. Dua pedoman penting ini bila diamalkan dengan sungguh- sungguh dan berpegang teguh, sungguh tidak ada manusia yang tidak bahagia.

Setiap manusia yang telah menerima keputusan dari Rasulullah, hatinya tidak akan menerima keberatan, semua akan menerima dengan hati lapang dan menjadi sebuah solusi. Bahkan Allah akan memberikan ancaman kepada siapa saja yang membangkang kepada Rasul.

Dalam sebuah riwayat disebutkan sahabat Zubair bersengketa dengan seorang sahabat dari kelompok Ansar, Tsa’labah bin Hathib dalam persoalan mengairi air ke ladang mereka.

Nabi meminta Zubair untuk mengaliri air ke ladangnya, tampak sahabat yang lain protes, apakah karena Zubair anak dari bibi Nabi.

Dari penyataan tersebut raut wajah Nabi berupah, dan meminta Zubair mengaliri air ke ladangnya dan setelah itu meminta untuk membuat tanggul agar air tertahan dan bisa dialiri ke ladang sahabat yang lain.

Ketika kasus di atas tejadi, Allah menurunkan Alquran surat Annisa ayat 65.

“Maka demi Rabbmu, mereka tidak beriman mereka menjadikan engkau sebagai hakim dalam perkara yang mereka perseisihkan. Kemudian tidak tersirat dalam hati mereka suatu keberatan terhadap keputusan yang engkau berikan dan mereka menerima sepenuhnya.”

Dalam ayat di atas dapat kita jadikan pedoman betapa pentingnya mematuhi dan mengamalkan setiap perbuatan, ucapan dan keputusan Nabi, baik semasa hidup Nabi dan setelahnya.

Maka setiap hadis yang ditinggalkan Nabi perlu dijadikan pedoman hidup dan janganlah keluar dari apa yang telah ditetapkan oleh para sahabat dan ulama, sejatinya apa yang mereka ajarkan bersumber dari hadis.

Di samping itu menjalani kehidupan dalam aturan syariat bukanlah suatu taklif, artinya yang memberatkan kita. Justru dengan adanya aturan syariat akan membuat hidup kita lebih mudah.

Aturan hidup yang telah Allah tetapkan untuk kita yang menjadi kewajiban untuk dijalankan, secara zahirnya memang tampak memberatkan, namun pada hakikatnya adalah suatu kemudahan dan kemaslahatan.

Sebagai contoh. Mari kita amati apakah peraturan pemerintah dalam mengatur lalulintas, memberhentikan kendaraan saat lampu merah, berjalan di sebelah kiri, apakah memberatkan?

Bayangkan jika aturan tersebut tidak ada, akan banyak terjadi kecelakaan di persimpangan. Yang namanya manusia, apalagi punya nafsu, tentu ingin terlepas dari ikatan dan aturan, yang kemudian dilanggar. Coba lihata apa yang terjadi ketika setiap aturan Tuhan dilanggar, apakah hidupnya bahagia atau sengsara.

Lihat apa yang terjadi ketika lampu merah dilanggar, kecelakaan bukan? Begitu juga aturan hidup manusia yang ada dalam Alquran dan hadis. Oleh karena itu lakukan dan jalankan aturan syariat denga penuh keyakinan dan jangan menuhankan akal pikiran.

PALING PENTING: MENJALANKAN IBADAH WAJIB & TIDAK MAKSIAT

Kelak di hari akhir manusia akan berada di dua tempat. Surga dan neraka. Surga disediakan bagi mereka yang taat di dunia, mereka yang patuh menjalankan perintah wajib dan tidak melakukan maksiat.

Sebaliknya, bagi orang yang suka meninggalakan perintah wajib dan gemar bermaksiat akan ditempatkan dalam neraka.

Menjalankan ibadah wajib dan tidak maksiat adalah konsep utama untuk selamat di dunia dan akhirat.

Termasuk ibadah utama yang harus selalu kita jaga adalah shalat. Karena ini amalan yang pertaman kali dihisab. Di dunia saja sudah tampak bagaimana kesusahan dan keseretan hidup orang yang meninggakan shalat.

Dalam hadis disebutkan makna “menegakkan shalat” adalah istikamah melaksanakan shalat serta menjaga syarat dan rukunnya, memperhatikan sunnah dan adabnya.

Ketika seorang muslim telah istikamah dengan shalatnya, maka jiwanya akan menjadi lebih baik, dan bermanfaat bagi orang lain. Orang yang menjadikan shalat sebagai prioritas hidupnya, dirinya akan tercegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Singkatnya, untuk memulai dari mana kita melakukan perbuatan wajib dan bagaimana meninggalkan maksiat, maka mulailah dari shalat yang baik dan benar.

Dalam praktiknya, menjalani perkara wajib dan meninggalkan maksiat haruslah seimbang. Ada istilah, yaitu jalan rajak dan khauf. Jalan rajak adalah rasa gemar untuk terus beribadah, sedangkan khauf adalah jalan takut untuk melakukan maksiat.

Antara kedua jalan ini kita harus mengambil jalan tengah. Andai condong ke jalan rajak, terlalu berlebihan meningkatkan diri atau memotivasi diri untuk giat beribadah tetapi lupa untuk meninggalkan maksiat. Atau sebaliknya selalu takut melakukan maksiat kurang bagus juga. Karena segala sesuatu itu harus seimbang, berada di jalan tengah.

MACAM SUNNAH NABI YANG BISA KITA LAKUKAN SEJAK BANGUN TIDUR SAMPAI TIDUR LAGI

Andaikata ingin melakukan apa yang dilakukan nabi dari sejak bangun tidur hingga tidur lagi, darimana kita memulainya?

Untuk menjawab pertanyaan ini berdasarkan kejadian masa Nabi tentu kita tidak menemukannya. Hanya para sahabat yang melihat bahkan ikut melakukannya bersama Nabi.

Sekarang ini kita masih bisa ikut melakukan hal-hal yang dilakukan nabi berdasarkan sunnah yang ditinggalkan. Secara umumnya dengan melakukan shalat lima waktu berjamaah, beserta shalat sunat rawatib.

Nabi juga seperti kita, butuh makan dan melakukan aktivitas sosial lainnya. Dari sini kita melihat bagaimana pola makan nabi, cara nabi makan. Doa apa saja yang dibacakakan nabi dan sebagainya.

Pada ulasan berikutnya kita akan coba bahas satu persatu bagaiman sunnah yang dikerjakan nabi.

BANGUN AWAL, MANDI, TAHAJUD, DLL

Rasulullah paling gemar melalukan tahajud. Shalat ini memiliki keutamaan dan hikmah yang luar biasa, sehingga menjadi amalan yang paling digalakkan.

Pun sangat digalakkan, masih banyak diantara kita yang belum mengamalkannya. Mungkin salah satu faktornya adalah rasa malas. Karena kita harus bangun lebih awal. Meski waktu pengerjaannya setelah isya, kita mesti tidur terlebih dahulu. Afdhalnya melakukan tahajud yaitu 1/3 malam yang akhir, lebih kurang di jam 2 malam sampai subuh.

Dalam waktu 1/3 ini disebutkan bahwa Allah menurunkan rahmatnya ke bumi. Lalu siapa yang akan mendapatkan rahmat khusuh ini? Tentu orang-orang yang bangun lebih awal, melakukan ibadah seperti tahajjud, berzikir dan sebagainya.

Lalu bagaimana dengan mandi di waktu bangun tidur malam? Sebelum melakukan ibadah shalat hal yang harus kita perhatikan adalah kesucian dan kebersihan tubuh. Salah satu caranya adalah mandi.

Apalagi di malam hari kita berkeringat, bau badan mungkin agak sedikit berbeda, belum lagi ada darah nyamuk dan sebagainya. Tentu saja kita butuh mandi. Tidak hanya itu, mandi sebelum subuh juga memberikan banyak manfaat bagi tubuh bila ditinjau dari segi medis.

Selain kesehatan tubuh, mandi ini memberikan kesegaran dan kekuatan bagi tubuh. Kami merasa kita perlu menerapkan pola hidup sehat ini. Kita dibiasakan untuk bangun lebih awal, kemudian mandi, shalat tahajud, berzikir setelahnya, mengisi waktu dengan ibadah hingga azan subuh berkumandang.

Mengenai pembahasan shalat lebih lanjutnya juga tersedia di hasana.id

QABLIYAH SHUBUH, DZIKIR2, SHUBUH BERJAMAAH, DLL

Bila menargetkan bangun malam jam 3, kemudian melakukan tahajjud dan zikir. Kita tidak akan luput dari ibadah lainnya yaitu sunat qabliyah subuh dan adapula yang menyebutnya dengan shalat fajar. Kedua-duanya sama.

Hal ini merujuk pada hadis dari Sayyidah Hafshah, beliau mengatakan “Rasulullah Shallallahu alaii wa sallam mengerjakan shalat dua rakaat fajar sebelum shalat subuh di rumahku dengan sangat cepat” HR Ahmad

Disebutkan pula dalam hadis yang lain keutamaan shalat sunat fajar atau sunat qabliyah lebih utama dari dari dunia dan isinya. Dari hadis ini pula muncul beragam meme atau tulisan di media sosial yang mengatakan orang paling kaya di dunia adalah mereka yang bangun melaksanakan shalat sunat ini dikarenakan begitu besar pahalanya.

Setelah sunat qabliyah, barulah kita melakukan amalan wajibnya yaitu shalat subuh. Shalat subuh merupakat shalat yang derajatnya tinggi setelah shalat asar. Karena kedua waktu ini memilki rintangan yang berat untuk melaksanakannya. Saat Asar kita melawan kelalaian dan kesibukan, saat subuh kita melawan rasa kantuk berat.

Setelah shalat subuh kita dianjurkan membaca zikir-zikir yang warid sampai pagi. Bahkan nabi menyindir orang-orang yang bermalas-malasan. “aku duduk bersama orang-orang yang berzikir kepada Alah Ta’ala mulai dari shalat subuh hingga terbit matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak dari putra nabi ismail” HR Daud.

Berdasarkan pengalaman dari guru dan yang pernah diamalkan oleh para santri. Mengamalkan kitab khulasah karangan Habib Umar akan melengkapi perjalan ibadah malam sejak bangun tahajjud hingga terbit matahari. Isi dalam kitab khulasah itu sendiri zikir-zikir warid yang diajarkan Nabi.

BACA ALQURAN (TARGET MINIMAL HARIAN)

Dalam mengamalkan sunnah rasul di keseharian kita, salah satunya adalah membaca Alquran secara rutin setiap hari. Dikarenakan Alquran itu sendiri merupakan mukjizat terbesar untuk Nabi kita.

Orang yang rutin membaca alquran aka ada jaminan hatinya akan tenang, damai dan sejahterah hingga tampak wibawanya dan bersinar wajahnya.

Maka kita perlu membaca alquran secara rutin. Meskipun kapasitas waktu dan kemampuan kita terbatas untuk membaca alquran, kita masih bisa mengkhatamkan alquran minimal sebulan satu kali khatam, caranya dengan target 1 juz/ hari. Setiap habis shalat lima waktu dibaca 2 lembar. Dengan begitu kita sudah khatam 1 juz/ hari dan 30 juz dalam sebulan.

InsyaAllah dengan cara demikian kita sudah termasuk golongan yang membaca alquran, atau jika masih belum mampu, usahakan untuk membaca alquran walau satu ayat setiap hari.

SHOLAWAT (TARGET MINIMAL HARIAN)

Kalau sudah berbicara tentang sholawat kita langsung ingat hadis nabi yang bunyinya “Barang siapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”

Saking besarnya hikmah dari shalawat, minimalnya kita harus ada satu shalawat yang mesti dibaca setiap hari. Tentu teman-teman juga sudah tahu berapa banyak ragam shalawat.

Salah satu bacaan shalawat pada umumnya adalah

Allahumma shalli ‘ala Muhammada wa ‘ala aali Muhammad

” Ya Allah limpahkanlah rahmatMu kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad”

Pada hakikatnya bershalawat itu adalah berdoa dan memuji Nabi Muhammad, maka semakin baca kita membacanya, semakin banyak pula doa yang kita panjatkan. Dengan begitu semakin banyak rahmat yang diberikan Allah untuk kita.

HADIR MAJELIS ILMU

Menghadiri majelis ilmu itu bukan sekedar rutinitas, melainkan sebuah kewajiban.

Dalam kehidupan ini kita tidak lepas dari berbagai masalah, kita tidak boleh merasa sendiri dalam menghadapinya, jangan merasa terhimpit, kita harus kuatkan kesabaran. Dan satu yang harus kita ingat, jangan menjadikan masalah dan cobaan sebagai alasan tidak menghadiri majelis ilmu.

Karena rahmat dan kasih sayang Allah itu diturunkan ketika kita menghadiri majelis ilmu. Percayalah! Masalah apapun itu akan selesai jika kita mahu menghadiri majelis ilmu.

Ini adalah pesan untuk kita semua, kita cari dimana ada majelis ilmu dan kita hadiri, karena Ka’ab al ahbar berpesan, seandainya pahala menghadiri majelis ilmu itu dinampakkan, sungguh kita akan saling membunuh untuk mendapatkan pahalanya, bahkan seorang pemimpin rela meninggalkan kekuasaannya dan pebisnis meninggalkan bisnisnya. Ini semua Karena saking besarnya pahala menghadiri majelis imu.

BEKERJA (MENCARI NAFKAH)

Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan makan, minum, pakaian dan sebagainya. Untuk mendapatkannya kita butuh usaha yaitu dengan bekerja.

Bekerja atau mencari nafkah ini pernah dilakukan oleh Nabi semasa hidupnya, bahkan sejak kecil. Nabi sendiri sudah mengembala kambing hingga berdagang semasa hidupnya.

Mencari nafkah itu untuk kebutuhan hidup kita sendiri dan untuk orang-orang yang wajib kita nafkahi seperti keluarga. Jika ingin memulai mencari nafkah ada banyak jalan usaha seperti bertani, kerajinan tangan, dan berniaga.

Jika Nabi Daud adalah seorang pengerajin keranjang, Nabi idris seorang tukang jahit, Nabi Musa mengembala ternak mertuanya, hingga Nabi Zakaria sebagai tukang kayu, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mencari nafakah.

Nabi pun mengatakan mencari nafakah adalah jihad fi sabilillah.

CARA MAKAN DAN MINUM RASULULLAH

Dalam hal makan dan minum nabi mengajarkan adab kepada kita, diantaranya:

Nabi menjilat jemarinya sehabis makan sebanyak tiga kali.

Jika kita perhatikan alasan menjiat jari ini karena ada berkah dari makanan itu dan jangan sampai kita menyisakannya. Begitu juga bentuk penghargaan bagi yang membuatnya, dia akan merasa senang karena masakannya enak dinikmati.

Pada masa rasullah jenis roti yang dimakan oeh keluarga nabi adaah jenis sya’ir. Sya’ir ini adalah roti yang terbuat dari gantum yang mutunya rendah. Dan sepanjang hidupnya Rasulullah tidak pernah kenyang dua kali dalam sehari.

Nabi juga menikmati roti sya’ir dengan saus cuka, sungguh pedih jika membayangkannya. Tapi di sisi lain nabi juga pernah memakan daging ayam atau kalkun.

Selain roti, ayam, nabi juga makan minyak zaitun dan menggunakannya. Rasulullah juga menggemari buah labu dan memasakknya. Pada suatu saat nabi juga memakan daging panggang.

Adapun adab cara minum yang baik adalah dengan posisi duduk dan menggunakan tangan kanan. Meminumnya tiga teguk. Membaca bismillah pada setiap tegukan dan menyudahinya dengan alhamdulilah.

CARA BICARA RASULULLAH

Rasulullah ketika berbicara sangat lembut tutur katanya, beliau kalau bicara dengan kata-kata yang jelas dan tegas, sehingga orang yang duduk bersama beliau dapat menghafalnya. Tidak hanya itu, beliau suka mengulang kata yang diucapkannya sampai 3 kali.

Sebenarnya rasulullah itu sosok yang tidak banyak bicara, kecuali ada perlu. Dalam setiap ucapan, membuka dan menutup pembicaraan menyebut nama Allah.

Dalam pembawaan bicaranya rasulullah tidak kaku, beliau juga tertawa, tapi tertawanya rasulullah itu adalah sebuah senyuman. Senyuman rasulullah adalah senyuman yang paling menawan hingga nampak gigi gerahamnya.

BERPAKAIAN SESUAI TUNTUNAN RASULULLAH

Dalam beberapa redaksi hadis disebutkan kalau pakaian yang paling disukai nabi atau pakaian yang memang digunakan nabi pada masa itu adaah baju gamis.

Baju gamis sendiri adalah baju kemeja yang diselubungkan ke badan, berlengan dua, berkantong dan panjangnya sampai ke betis bawah.

Selain gamis, baginda nabi juga menggunakan pakaian qithri. Yaitu sejenis kain yang terbuat dari katun kasar, kain ini berasal dari negeri Bahrain tepatnya dari qathar. Kain qithri ini pemakainnya dengan menyelempangkan di bahu, sebagaimana nabi menggunakannya.

Ada juga jenis pakaian lain yang digunakan nabi, namanya Hibarah yang merupakan kain produksi Yaman yang berbahan katun.

Di samping jenis pakaian yang dipakai nabi ada hal lain yang harus kita teladani, yaitu doa. Nabi setiap memakai pakaian selalu berdoa, redasinya sebagai berikut.

“Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji, sebagaimana Engkau beri aku pakaian, aku mohon padaMU kebaikannya, dan kebaikan bahan yang dibikin, dan aku berlindung pula padaMu dari keburukannya dan keburukan bahan yang dibikin,”

Dalam praktiknya, banyak di antara kita yang belum bergamis. Namun patokan sebenarnya adalah pakaian yang menutupi aurat. Dikarenakan pada masa Rasulullah, pakain yang lazimnya digunakan adalah gamis, maka gamislah yang paling sering digunakan.

MEMBACA DOA2 YANG WARID

Ada banyak jenis zikir dan doa warid yang diajarkan Rasululah, sebagaimana yang dilakukan Nabi setiap harinya, yaitu beristighfar setiap harinya sebanyak 70 kali, dalam riwayat lain disebutkan sebanyak 100 kali.

Dalam istighfar mengandung doa ampunan kepada Allah atas dosa yang kita lakukan setiap harinya. Maka perlu dibaca setiap saat istighfar, 1 dosa yang dilakukan akan dihapuskan dengan 1 istighfar yang kit abaca.

Imam ghazali sendiri dalam satu hari membaca istighfar sebanyak 1000 kali. Meski jumlahnya banyak jika dibaca berkala tidak akan terasa, bahkan kita bisa melebihinya.

Selain itu masih ada banyak doa yang harus kita baca dan diulang-ulang. Baca doa itu setiap saat boleh, lebih lagi pada waktu-waktu khusus yang diijabah doa, seperti sehabis sholat.

Salah satu doa yang diajarkan rasulullah kepada kita adalah doa yang dirangkum oleh imam Nawawi dalam kitab Al adzkar.

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allahumma bika ashbahna wa bika amsaina, wa bika nahya, wa bika namutu, wa ilaikan nusyur.

“Ya Allah , denganMu kami berpagi hari, denganMu kami berpetang, denganMu kami hidup, denganMu kami mati dan kepadaMu kami kembali.”

Imam Haddad menjadikan doa di atas dalam wirid karangan beliau yang bernama Wirdul lathif. Dan masih banyak lagi wirid harian yang dibaca Nabi baik doa yang telah dirangkum oleh Al Habib Umar bin Hafidz dalam kitab kecil bernama Khulasah madad.

PENUTUP

Dari uraian singkat di atas, sekiranya ada pemahaman untuk kita bersama agar terlepas dari pemahaman sempit mengenai sunnah nabi, dan tidak menjadikan permasalahan sunnah sebagai patokan kepatuhan seseorang terhadap ajaran islam yang terkesan monoton.

Islam adalah agama rahmat dan indah.